Kepala
staf Lo Jui-Ch’ing disingkirkan secara diam-diam pada akhir tahun 1965 sebagai
akibat dari pertentangan pendapat yang keras mengenai kebijaksanaan keamaan
militer. Peking harus memberi rekasi terhadap ancaman Amerika , dan hal ini
mengharuskan hubungan Cina-Soviet dikaji kembali. Kalau cina hendak memberikan
dukungan penuh kepada Vietnam Utara, maka ia harus memulihkan kembali
persekutuan Cina-Soviet untuk menahan serangan Amerika Serikat. Proyek nuklir
Cina sendiri masih sangat jauh dari status operasional. Karena nya Lo
Jui-Ch’ing menganjurkan suatu modus vivendi dengan Uni Soviet yang akan
menempatkan Cina kembali di bawah payung nuklir Soviet.
Strategi
ini menempatkan dirinya di antara musuh dalam negeri Mao. Ia juga melancarkan
serangan terselubung yang berulang-ulang terhadap garis politik Mao-Lin dalam
komando. Ia mengatakan kepada angkatan terakhir akademi militer paling
terkenal, misalnya bahwa prajurit seharusnya tidak boleh dikontrol oleh
“politikus berkepala udang”.
Walaupun
Lo berusaha mendepak Lin, yang dikonfrimasi sebagai Menteri Pertahanan dan
Wakil Perdana Menteri Pertama oleh Kongres Rakyat Nasional pada bulan januari
tahun 1965. Soviet disingkirkan, dan setiap anggota militer mulai Lin Piao
sampai prajurit yang paling rendah kembali memakai seragam Chung Shan yang
sederhana dan topi zaman perang saudara.
Lo
telah dipisahkan dari kekuatannya pada bulan Nopember 1965 dan secara resmi di
bersihkan pada tanggal 16 Mei 1966. Kritik terbuka baru mulai pada musim panas
tahun 1967, ketika Lo dikarakterisir sebagai “prajurit komando ynag bersepatu
laras tinggi yang mendorong lini militer borunis yang reaksioner”.
Lo
bukanlah seoramg komandan militer profesional melalui pendidikan atau
pengalaman. Ia pernah menjadi seorang komisaris politik. Selama bertahun-tahun
sebelum ia mengambil alih Kementrian Keamanan Umum pada dekade 1950-an. Ia
telah bertindak sebagai polisi politik tertinggi dari rezim. Ia dihukum pada tahun 1967-1971 karena
terlalu menekankan latihan dan keahlian teknis. Sama seperti P’eng kejahatannya
yang sebenarnya adalah menentang Politik Mao.
Pidato
termashur Lin Piao pada bulan September 1965 (Long Live the Victory of People’s
War) tidak dapat dimengerti dengan tepat tanpa mengkaitkan dengan Lo Jui-Ch’ing
dan pada penganjur Cina lain supaya RRC aktif dalam solidaritas anti-Amerika di
Indocina. Lin dapat membenarkan suatu tingkat keterlibatan yang relatif rendah
di Vietnam, sambil memelihara posisi yang secara ideologis dapat dipertahankan
vis-a-vis Uni Soviet.
Retorika
“perang rakyat” bukan saja mengelakkan keterlibatan di Indocina melainkan juga
memberikan peluang besar bagi modernisasi sektor pertahanan Cina. Setelah tahun
1965, banyak usul Lo diterapkan, persis sebagaimana rencana P’eng pada tahun 1960-1964.
Sejak
lompatan besar maju (sejak jatuhnya P’eng Te-huai), suatu “kebijaksanaan yang
seimbang” “perang rakyat” dan modernisasi militer telah berjalan, dengan
tekanan propaganda. Kebijaksanaan tersebut menghendaki perbaikan pada semua
kekuatan mulai milisi sampai kepada misi nuklir.
Kejatuhannya
pada tahun 1971, terjadi karena dukungannya terhadap kebijaksanaan tersebut
mulai goyang, ketika ia mulai terlibat dalam politik yang radikal dan mencoba
menganut kekuatan di pusat.