Hai HC, kali ini mimin mau ngasih sekilas sejarah Kekaisaran Byzantium. Kekaisaran Byzantium merupakan kelanjutan dari
Kekaisaran Romawi dalam Zaman Pertengahan. Zaman pertengahan, yang dimulai dari
runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat sampai dengan jatuhnya Konstantinopel pada tahun
1453. Secara konvensional, abad – abad permulaan dalam zaman Pertengahan adalah
dari tahun 500 hingga 1000, yang belum lazim disebut Zaman Gelap (dark ages).
Kekaisaran Bisantin
Kekaisaran Byzantin merupakan kelanjutan dari
Kekaisaran Romawi dalam Zaman Pertengahan. Dimasa pemerintahan, terdapat masa
transisi yaitu masa pemerintahan Justianus, yakni dari 527 hingga 365. Telah
banyak terjadi kesalah pahaman tentang Byzantium. Buku-buku sejarahpada umumnya
menyatakan bahwa “Roma jatuh pada tahun 476”, dan Byzantium tak menghasilkan
apa – apa, sehingga Zaman Pertengahan adalah zaman kegelapan. Sejarawan yang
paling bertanggung jawab dalam kekeliruan ini adalah Edward Gibbon (± 1794), yang menulis karya besarnya, Decline and Fall of The Roman Empire
beberapa saat sebelum pecahnya revolusi Prancis pada tahun 1789. Byzantium
merupakan benteng perlindungan peradaban eropa barat. Gelombang demi gelombang
invasi kaum barbar – orang orang Stavia dari utara, kaum nomaden dari daratan
Russia Selatan mencoba menembus tembok Konstantinopel. Selama berabad-abad
Byzantium mampu memblokir jalan dari Asia ke Eropa guna menghalangi laju
orang-orang Arab. Dengan demikian penyebaran agama islam di Eropa Timur dan
Tengah tertahan.
Geografi Byzantium
Byzantium merupakan
bagian timur kekaisaran Romawi lama. Wilayahnya mencakup Yunani lama,
semenanjung Balkan sebelah selatan Danube, Asia barat hingga lembah Eufrat
Tigris, Mesir, dan sebagian Italia.
Hanya
jalur kecil sepanjang pantai utara Bosporus dan Dardanela, termasuk
Konstantinopel. Konstantinopel merupakan ibukota Byzantium yang memiliki posisi
sangat strategis, terletak dipantai
utara Bosporus, yang menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Marmora dan Aagea,
Konstantinopel praktis menguasai jalur perdagangan kuno yang cukup vital. Konstantinopel
dibangun diatas semenanjung, dan dikelilingi benteng-benteng. Dengan demikian
dapat dapat mengawasi segala gerak–gerik militer antara Asia dan Eropa.
Aspek-aspek Ekonomi
Byzantium merupakan
negara yang makmur, Byzantium mendatangkan rempah-rempah (India Timur), sutera
(India dan Cina), serta barang-barang mewah. Perdagangan berkembang dari kota –
kota seperti Alexandria, Antioch, Tarsus, Smyrna, Trebizond, Konstantinopel,
Thessalonika, dan Patras dan menjadi kota perdagangan yang penting. Produksi
sutera dan industry manufaktur barang – barang sutera merupakan topangan utama
ekonomi Byzantium. Bangunan industri
manufaktur dibangun di Konstantinopel,
Tyrus, dan Beirut. Byzantium juga memonopoli perdagangan sutera hingga Eropa
Barat. Sutera adalah bahan dasar jubah yang dipakai para pejabat gereja. Adanya
peperangan di Persia sangat berpengaruh terhadap perdagangan sutera ini. Dan
Byzantium dalam hal industry manufaktur sutera tidak bergantung pada impor dari
Cina.
Konstantinopel
Didirikan oleh kaisar Konstantin (±337).
Semenanjung tempat dibangunnya kota ini di sebelah utara dibatasi oleh Golden
Horn (Tanjung Emas), Laut Marmora di sebelah selatan, dan Selat Bosporus di
sebelah timur, tembok kota ini disebut tembok Konstantin, dibangun dari tahun
324 sampai dengan 330. Pasar terbuka dibangun disemenanjung timur yang
disebut Forum Augustaeum. Selain pasar
raya, dibangun pula Kolam Zeuxippus, rumah senat, tempat para uskup, serta
istana Konstantinopel itu sendiri. Disebelah barat Forum Augustaeum, erdapat
Hippodrome, tempat pacuan raksasa. Diujung utara terdapat Kathisma (tribun
kekaisaran), tempat kaisar dan keluarganya menyaksikan pacuan. Tak jauh dari
tempat itu terdapat gereja St. Sophia. Beberapa abad setelah Konstantinopel
didirikan kota tersebut terdiri 1 juta jiwa penduduk. Berbagai macam pekerjaan
ditawarkan gilda-gilda organisasi yang menangani perdagangan atau industri.
Persia dan Pengaruhnya
terhadap Byzantium
Baik kaisar-kaisar yang berada di Roma
maupun Byzantium sebenarnya banyak meminjam gagasan tentang tata cara
pemerinthan dari para penguasa Sassanid. Hieararkhi pemerintahan pemerintahan
yang tersusun dengan rapi yang dibentuk oleh Kaisar Diocletianus, yang
memerintah dari 284 hingga 305, sebenarnya bersumber dari Persia. Demikian pula
gagasan tentang kekaisaran yang universal, yang harus terus meluas, adalah juga
pengaruh dari konsepsi Persia.
Agama bangsa Persia kuno, yakni
Zoroaster, selama lima abad sesudah Persia ditaklukan Alexander Agung ternyata
tetap bertahan. Dengan bertahannya agama itu, maka mereka hampir-hampir tidak
terpengaruh ajaran – ajaran agama misteri Yunani Romawi maupun Kristen. Dengan
hal itu maka kekuasaan dynasti ini mendapat legitimasi religius. Dengan
legitimasi tersebut maka kekuasaan raja menjadi absolut. Namun meskipun kaisar
juga berkuasa mutlak, ia tetaplah pejabat yang diangkat dan dipilih oleh senat.
Jadi meskipun pengaruh Persia sangat kuat, namun tradisi “demokratis” lama sedikit banyak tetap dilanjutkan. Hal
ini sangat mencolok dengan bertahannya konsep “negara-kota”, yang dianggap
sebagai institusi yang bertanggung jawab atas segala urusan kemasyarakatan.
Gereja:
“Caesaropapisme”
Byzantium adalah kekaisaran Kristen.
Gereja atau institusi ditangani oleh pengurus yang terdiri dari uskup, uskup
besar, rohaniwan, kepala biara, biarawan dan biarawati. Uskup atau Patriarkh,
Konstantinopel adalah kepala gereja, yang menurut ketentuan sebenarnya dipilih
oleh dewan keuskupan , namun dalam kenyataannya dipilih oleh kaisar. Sangat
mungkin sekali, ia mendiktekan kehendaknya. Pada tahun 728, yakni ketika kaisar
mengeluarkan dekrit tentang penghapusan dosa. Dan ada pula kontrol negara atas
gereja di kekaisaran Byzantium, kontrol negara ini disebut “caesaropapisme”-
Konsepsi khas Byzantium.
Sejarah Militer
Byzantium
Byzantium memiliki
asset ekonomi yuang tak tertandingi . Pemasukan khas negara cukup melimpah.
Kekayaan memungkinkan untuk membangun pasukan reguler, yang jumlah pasukannya
mencapai 120.000 orang. Mereka adalah prajurit – prajurit terlatih dan digaji
teratur. Dalam menghadapi ancaman besar, jumlah pasukan reguler di atas
ditambah jumlah pasukan sewaan.
Peranan militer yang sangat penting
itu dalam perkembangan selanjutnya membuahkan sistem gubernur militer. Pada 961
mereka mampu merebut pulai Kreta, yang sebelumnya jatuh ketangan orang - rang Arab.
Musuh-musuh Byzantium
Selama tahun-tahun
pergolakan, yakni ketika gerakan-gerakan kesukuan terjadi dikawasan Eropa dan
Asia Utara, kehidupan Byzantium tetap stabil dan dan makmur. Orang Slav merupakan salah satu ancaman dari
segala penjuru. Mereka adalah orang–orang Slav Selatan yang berambisi menyerbu
Byzantium. Suku-suku nomaden seperti Slav
misalnya, merupakan ancaman abadi bagi Byzantium. Mereka merupakan
penunggang-penunggang kuda yang gesit dan sekaligus jago kelahi yang ganas.
Mereka terus mengganggu daerah-daerah utara Konstantinopel. Orang – orang Hun
memporak-porandakan semenanjung Konstantinopel, orang-orang Avar menduduki
Lembah Danube tengah dan mengobrak-abrik Balkan; orang-orang Bulgar, yang
muncul kemudian menggabungkan diri dengan orang-orang Slav dan lalu tinggal bersama. Mereka bahkan meninggalkan bahasa
asli mereka dan pada tahun 600 mereka menduduki daerah yang kini disebut
Bulgaria. Selain mereka orang – orang Islam merupakan ancaman besar bagi mereka
dan lebih berbahaya daripada Persia. Namun akhirnya, Byzantium kehilangan
segala sumber tenaga kemiliteran, dan jatuhlah Konstantinopel di tangan Turki Ottoman
pada tahun 1453.
Kehidupan Intelektual
di Byzantium
Pendidikan merupakan
hal yang tak terelakkan bagi kewarganegaraan Byzantium. Kebodohan mereka
pandang rendah. Anak laki-laki diusia enam tahun diajari bahasa Yunani
dipersiapkan supaya mereka mengagungkan kesusastraan Yunani. Dalam usia empat
belas tahun mereka dipelajari retorika. Mereka mulai diperkenalkan pada para
orator, penulis prosa, serta filsuf. Geometri, aritmatika, astronomi, dan music
merupakan empat mata pelajaran yang di Eropa barat disebut quadrivium – juga mereka pelajari. Pada tahun 1045 didirikan
universitas, yang terkenal dalam bidang studi hukum, teologi, filsafat, serta
kesusastraan klasik Yunani. Di Eropa sebelum tahun 1200 tidak ada lembaga
pendidikan yang seperti itu.
Pada abad kesepuluh, seorang sarjana bernama Suidas
berhasil menyusun sebuah kamus dan ensiklopedi yang berasa kutipan penting
karya sastra-sastra besar yang dalam banyak hal kini telah lenyap. Seorang
sarjana lain yang bernama Michael Psellus (±1078). Ia membangkitkan ajaran
Plato sehingga dianggap sebagai kebangkitan Platoisme.
Ilmu Pengetahuan
Dalam hal pengetahuan, Byzantium tidak
banyak menciptakan pengetahuan dan mempelajari sesuatu tidaklah sebesar bangsa
Yunani. Mereka tidak lebih hanya menerbitkan kembali ilmu-ilmu pengetahuan
lama. Pada zaman pertengahan Byzantium telah berhasil mengembangkan cara-cara
karantina, dan kemudian ditiru di kota0kota yang tumbuh di Eropa Barat.
Seni Byzantium
Dalam sejarah seni, Byzantium
menduduki posisi yang tinggi. Ketika kaisar Konstantin mendirikan
Konstantinopel, ia mengambil patung-patung indah yang bertebaran di kota-kota
kuno Yunani, kemudian menaruhnya di Hippodrome, Forum Augusteaum, dan
tempat-tempat lainnya. Sebagaimana diketahui setelah Kristen menjadi agama
resmi pada 312, bangunan-bangunan yang disebut basilica bertebaran di Romawi Timur. Bangunan tu bergaya Yunani dan
berciri khas bentuk atapnya menyerupai kubahraksasa yang terbuat dari
balok-balok batu yang disusun dengan cermat.
Ciri khas seni lainnya adalah
keserba-agungan yang memberikan efek-efek impresif di atas segalanya.
Sebagaimana ditulis oleh Charles Diehl dalam The Cambridge Medieval History. Seni Byzantium pada dasarnya
merupakan seni cangkokan, unsur-unsur diambil dari provinsi-provinsi lain dan
negeri tetangga. Namun yang dominan adalah pengaruh Yunani.