Penolakan
militer di kalangan masyarakat RRC untuk pertama kali terlihat ketika Menteri
Pertahanan P’eng Te-huai diberhentikan dari jabatan pada tahun 1959. P’eng
telah memegang komando pasukan RRC di Korea pada permulaan tahun 1951, dimana
pengalaman perangnya melawan pasukan Barat yang modern. Setelah P’eng diangkat
menjadi Menteri Pertahanan pada tahun 1954, ia mendesak untuk mengadakan
reformasi profesionalisasi PLA dan menjadi penganjur utama undang-undang Dinas
Militer dan peraturan mengenai Dinas Perwira, yang keduanya diundangkan pada
tahun 1955.
Peraturan
Perwira ini diingat sebaik-baiknya karena telah menetapkan suatu sistem
rank(pangkat) dan seragam gaya soviet. Diundangkan untuk memajukan pembangunan
PLA Cina sebagai suatu tentara reguler yang modern (pasal l),
peraturan-peraturan tersebut menentukan kategori fungsional di dalam korps
perwira (komandan, komisaris, quartesemar, dan sebagainya), membedakan antara
tentara reguler dan pasukan cadangan,
dan menetapkan kaidah rekruitmen perwira, pendidikan, promosi dan pensiun.
Dengan adanya peraturan tersebut akan mendorong otonomi korps perwira. Secara
umum kops perwira hanya dapat dimasuki pada pangkat yang paling rendah
(Shao-wei : Letnan dua) hal itu dapat dilakukan dengan pengecualian khusus
terhadap orang-orang yang mendapat angka ujian yang sangat tinggi.
Wewenang
untuk mengangkat, memberhentikan, dan mempromosikan perwira sangat
tersentralisasi dan terbatas pada mata rantai komando militer dan (pos militer
tertinggi) Panitia Tetap Kongres Rakyat Nasional. Rank/pangkat adalah gelar
perwira yang dapat dihormati seumur hidup dan tidak boleh dirampas kecuali
dengan suatu keputusan pengadilan berdasarkan kejahatan mereka.
Peraturan
Perwira juga memuat ketentuan-ketentuan khas komunisme Cina. Pasal 39 dan 41
membicarakan masalah pembentukan perwira dalam dinas aktif, didefinisikan
sebagai perwira yang diundang oleh departemen non militer dan ditunjuk oleh
kementerian pertahanan untuk melakukan pekerjaan militer.
Pada
bulan september 1958, suatu gerakan lain dilancarkan bagi perwira untuk turun
ke kompi. Gerakan ini mengharuskan perwira satu bulan setiap tahun untuk
berdinas sebagai seorang prajurit. Telah menjadi rahasia umum bahwa P’eng
menentang gerakan hsia-lien, karena
P’eng tidak menyetujui ekstrimisme gerakan ini.P’eng akhirnya digagalkan oleh
kekacauan dan ekstrimisme utopia gerakan Lompatan Besar Maju (1958-1960). Di
dalam bulan yang sama dilancarkan gerakan hsia-lien,
terjadi keragu-raguan serius mengenai liabilitas persekutuan militer
Cina-Soviet.
Ukuran
terhadap kekuatan P’eng yang berkurang itu adalah kecepatan dengan mana, pada
tahun 1958, imbauan Mao pada tahun 1958 untuk setiap orang adalah prajurit dan
menempatkan PLA secara langsung ke dalam program latihan militia secara
besar-besaran. Dalam hal ini Mao mengangkangi P’eng mengenai tentara cadangan
P’eng seluruhnya diabaikan. Selain itu P’eng dipersalahkan pada tahun 1959
ketika gerakan “Setiap orang merupakan Prajurit” merupakan malapetaka.
Akhirnya
pada Lushan Plennum bulan agustus 1959, P’eng diberhentikan, karena pendapatnya
mengenai kebijaksanaan ekonomi dan gangguan lompatan maju dan mengenai militia
masa telah membuat musuhnya Mao dan pengikutnya, Soviet telah memberikan coup
de grace kepada P’eng dengan menolak perjanjian tenaga nuklir bersama.
Pemutusan
dengan pihak Soviet merupakan penghinaan militer pada tahun 1958 dan kegagalan
total militia, semuanya merongrong loyalitas komandan profesional kepada P’eng.
Secara ironis P’eng kehilangan dukungannya karena kesalahan atas dua gerakan
radikal Mao yang keburu gagal (hsia-lien dan
militia massa).