Hai sobat blogger, kali ini saya akan menjelaskan apa sih yang dimagsud dengan istilah klasikisme dalam sejarah ?. Untuk mengetahui apa itu definisi dari klasikisme mari kita lihat uraian berikut ini.
Klasikisme
(Classicism) berasal dari kata Latin Classiccus, awalnya untuk menyebut
kategori tertinggi pembayaran pajak dalam terminology hukum Romawi. Berasal juga dari kata klasik (klasikal)
digunakan juga untuk menyebut keunggulan atau mutu tertinggi suatu objek atau
periode dari setiap kebudayaan. Selain itu dalam kajian terbatas adalah aliran
dari kajian sejarah dan kebudayaan berawal dari Yunani dan Romawi. Sedangkan
pengertian arsitektur itu adalah suatu bangunan yang memiliki suatu konsep atau
ciri tertentu sebagai ciri khasnya.Jadi dapat disimpulkan bahwa pengertian
Arsitektur Klasik Eropa adalah suatu bangunan yang memiliki suatu mutu yang
bagus dari peninggalanan periode kebudayaan bangsa Eropa yang telah ada dan bertahan
hingga saat ini yang mengandung nilai
seni, kehidupan, kebiasaan dan kesastraan di dalamnya.
Selain
klasikisme, Neo-Klasikisme dan
Eklektisme melanda Eropa di abad XVII, Eklektisme mengunggulkan elemen-elemen terbaik
masa lampau dalam suatu bangunan. Namun Eklektisme tidak dapat di kategorikan
kedalam Neo-klasikisme karena mengulang hanya satu masa saja. Neo-klasikisme
selalu diikuti dengan predikat seperti Neo-klasikisme Yunani, Romawi,
Renaissance, dan seterusnya tergantung aliran mana yang diulang, dengan bahan,
sistem kontruksi dan dimensi atau ukuran besaran yang berbeda. Klasikisme
merupakan bagian dari seni , mengutamakan keindahan seperti halnya seni,
khususnya seni rupa lain, dimana fungsi biaya dan waktu pembangunan menjadi
faktor yang tak penting. Klasikisme disebut juga sebagai ilmu pengetahuan
karena terbentuk dari konsep nyata (konkrit). Dapat disimpulkan bahwa bangunan
arsitektur klasik eropa merupakan benda peninggalan sejarah. Meskipun
arsitektur klasik mengalami perubahan lambat (evolutif dalam ukuran abad),
namun perbedaan arsitektur dapat diketahui kapan, dimana dan siapa yang
melaksanakan. Arsitektur klasik Eropa memiliki beberapa macam periode, dalam
setiap periodenya memiliki suatu ciri khas tersendiri dalam setiap arsitekturnya.
Jenis – jenis arsitekturnya memiliki berbagai macam periode antara lain seperti
Arsitektur Yunani (Sekitar 3000 – 300 SM), Arsitektur Romawi (sekitar 300
SM-365M), Kristen Awal (313-800 M), Bisantin (330-1453 M), Arsitektur
Carlolingian dan Romanesque(Abad IX dan seterusnya, Gotik ( abad XII – XVI ),
Renaissance (XV dan sesudahnya), Barok dan Rakoko (abad XVII), Neo-klasik dan
Eklektik(XVII, XIX hingga sekarang), Modernisme. Dapat disimpulkan bahwa
bangunan pada jaman modernism sekarang ini masih menampilkan elemen-elemen
klasik pada arsitektur sekarang ini, menjadi bukti kualitas tinggi, arti kata
klasik, dengan tingginya mutu menjadi sesuatu yang “abadi” atau tidak
berlebihan, mengingat keberadaan arsitektur klasik yang sudah ribuan tahun.